Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2015

Perpustakaan Baru Milik Faperta Unma

Kegiatan Mahasiswa di Ruang Perpustakaan
Perpustakaan Fakultas Pertanian Universitas Majalengka dibentuk oleh Dekan Fakultas Pertanian Ibu Sri Ayu Andayani SP., MP., dengan memberikan tugas dan wewenang kepada Kepala Bagian Labolatorium yaitu Ibu Dini Widianingrum, SPt., MS., untuk melakukan pengawasan, mengelola, mengatur jalannya perpustakaan di Fakultas Pertanian.

Perpustakaan ini banyak manfaatnya bagi dosen dan mahasiswa, salah satu hal yang paling penting sebagai nilai tambah untuk persiapan akreditasi Fakultas Pertanian, karena salah satu persyaratan akreditasi harus memiliki perpustakaan sendiri. Dimana perpustakaan merupakan tempat dan wadahnya ilmu pengetahuan, serta membantu dosen dan mahasiswa untuk mencari bahan ajar, bahan referensi kuliah dan banyak lagi manfaat dengan adanya perpustakaan ini.

Kegiatan perpustakaan di Fakultas Pertanian dilakukan satu minggu sekali setiap hari senin yang bertempat di Kampus Faperta Unma. Kegiatan perpustakaan juga melibatkan pengurus perpustakaan dari mahasiswa Agoteknologi (Dian Cahya Permana, Euis Ratnasari & Zahratul Zannah), Agribisnis (M. Sholahudin Al Ayubi & Rahmawati Komala) dan Peternakan (Dede Suhartini, Lilis Sulistina, & Tia Sutiasih).

Kegiatan pengurus perpustakaan meliputi pengorganisasian dan inventarisasi bahan ajar. Bahan ajar antaranya berupa buku, jurnal, prosiding yang tadinya berada di program studi Agroteknologi, Agribisnis dan Peternakan diserahterimakan kepada Perpustakaan Faperta Unma. Semoga dengan adanya Perpustakaan Fakultas Pertanian ini dapat bermanfaat khususnya dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa dalam bidang pertanian. []Dian

Melambung Bersama Lumbung

Contoh Bangunan Lumbung Padi
“Di lumbung kita menabung, dating paceklik kita tak bingung” –Iwan Fals, Desa-

Mendengarkan petikan lirik lagu diatas, kita langsung teringat terhadap konsep ketahanan pangan yang sudah lama kita lupakan atau sama sekali banyak yang tidak kita gunakan di era modern ini. Sehingga timbul pertanyaan penulis saat datang ke daerah suku Baduy yang masih menerapkan konsep lumbung, kenapa di daerah Baduy yang menggunakan sistem pertanian padi huma dengan panen satu tahun sekali, tidak pernah mendengar krisis kelaparan pangan, bahkan banyak acara perayaan tradisional yang bersifat makan-makan, sementara di daerah kami (secara modern) kami masih banyak yang menemukan kelaparan, sementara konsep pertanian kami menggunakan sistem tanam yang mampu panen dalam satu tahun dua sampai tiga kali panen...?

Belajar pada masa sunda kuno, kita mungkin tak pernah berfikir bahwa konsep ketahanan pangan yang dianggap kuno tersebut adalah jawaban dari pertanyaan di atas dan jawaban terhadap ketahanan pangan masa kini, konsep lumbung ini sepertinya masih sangat relevan untuk diimplemantasikan pada kehidupan kita masa kini, sistem penyimpanan stok pangan di lumbung dapat dikatakan sebagai strategi ketahanan pangan. Setiap orang pemilik sawah di masing-masing kampung atau dusun harus menyisihkan hasil panen untuk disimpan di lumbung. Lumbung yang bersifat komunal yang dapat digunakan pada masa-masa paceklik, betapa kokoh sistem dan strategi pertahanan pangan masa itu.

Dengan demikian dalam urusan stok pangan, orang-orang sunda masa lalu tidak pernah tergantung pada dunia luar. Selain lumbung, konsep ketahanan pangan orang sunda lampau juga mengenal istilah leuit, dimana leuit adalah konsep penyimpanan hasil panen yang bersifat keluarga dikendalikan sepenuhnya oleh kepala keluarga/suami, setelah leuit penyimpanan pangan disimpan di goah yang sepenuhnya dikendalikan oleh istri, dan untuk digunakan sehari-hari orang sunda mengenal istilah paderingan. Jadi dimana stok pangan di paderingan, goah dan , leuit sudah habis, kita bisa mengambilnya di lumbung.

Semoga kita tak pernah mendengar lagi istilah mati kelaparan dilumbung padi, karena kebanyakan secara konsep ketahanan pangan kita acuh tak acuh tidak memperdulikannya, Saatnya kita melambung bersama lumbung untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Dari segi sosal lumbung juga mampu merekatkan hubungan karena secara komunal kita bisa senantiasa banyak berinteraksi, sementara leuit, goah dan paderingan mengajarkan kita agar pentingnya berdaya hidup hemat. []Mudofr

Rabu, 05 Agustus 2015

Tahun Baru ; Sumbangkan Satu Pohon Untuk Alam

Tak terasa aroma tahun baru sudah terhirup, dengan singkat 2014 telah terlewati. Tak hanya tahun yang berubah menjadi baru, lingkungan kita pun berubah menjadi baru. Hal ini sudah menjadi hukum alam bahwa dunia ini selalu mengalami perubahan, hanya saja apakah pembaruan lingkungan ini beranjak ke arah yang lebih positif, atau justru malah berubah kepada hal negatif dan mengarah kepada kemunduran alam.?

Tak bisa dipungkiri bahwa berubahan alam lebih condong terhadap kerusakan dan mengurangi kekayaan alam, mulai beralih pungsinya lahan pertanian menjadi lahan industri perumahan sampai pembangunan gedung-gedung menjulang tinggi yang mengkikis lahan pertanian produktif. Selain itu menurut peneliti dari University of Maryland, Matthew Hansen, yang dilansir dari tempo.co mengatakan Sejak tahun 2000 hingga 2012, hutan utama di Indonesia telah hilang sebanyak 6.020.000 hektare per tahun.

Kondisi seperti itu juga sangat dirasa di Kabupaten kita ini, dari catatan pihak Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Majalengka (distankan), Ir Wawan Suwandi MP. Bahwa saat ini sekitar 960 hektar lahan pertanian beralih fungsi menjadi kawasan industry dan sarana pembangunan besar lainnya. Dari jumlah tersebut masing-masing diantaranya 360 hektar untuk pembangunan BIJB dengan proyeksi landasan (runway), 420 hektar untuk pembangunan jalan tol, dan 180 hektar untuk relokasi pabrik/pembangunan pabrik-pabrik dan lainnya.
Dibalik kabar gembira pesatnya pembangunan dan makin berkembangnya teknologi, sungguh kondisi seperti ini juga merupakan kondisi yang sangat miris, rusaknya hutan dan lahan pertanian produktif merupakan awal dari rusaknya lingkungan yang lainnya, karena lahan pertanian dan hutan merupakan penyumbang keseimbangan lingkungan.

Gerakan Kecil, Satu Orang Satu Pohon

Melihat kondisi tersebut mahasiswa juga harus ikut beraksi, tak perlu dengan gerakan besar namun lakukan gerakan kecil yang dilakukan secara besar-besaran. Bertahun tahun kita menghirup oksigen dari alam, pertanyaannya sudah memberi apakah diri ini untuk kelestarian alam.?
Iya, mari kita lakukan gerakan kecil menanam satu pohon di tahun 2015, tak perlu banyak banyak cukup satu saja dalam satu tahun. Setelah kita menanam satu pohon, mari ajak orang-orang di sekeliling kita untuk menanam satu pohon di tahun ini. Teman anda, keluarga anda, atasan anda, dan siapapun yang anda kenal silahkan sebarkan ide ini kepada yang lainnya hingga gerakan ini dilakukan secara besar-besaran.

Alam semakin terkikis, mari kita perbaharui alam ini dengan menanam satu pohon dalam satu tahun kemudian ajak juga yang lainnya. Semoga gagasan ini dapat bermanfaat buat kita dan alam. Tiada rugi menanam satu pohon dalam satu tahun. Salam sayang untuk alam. [] aasholah

Kamis, 04 Desember 2014

Urban Farming, Solusi Pertanian VS Lahan Sempit Perkotaan

Dalam beberapa tahun ini di Kabupaten Majalengka sangat gencar melakukan pembangunan-pembangunan yang bersifat fisik, apalagi akhir-akhir ini telah dibangunnya mega proyek BIJB dan jalan tol Cisamdawu serta yang terbaru tentang sudah terealisasikannya pembangunan grage mall dan hotel grage yang secara territorial berada di kabupoaten Majalengka. Tentu hal ini sangat berdampak pada berkurangnya terhadap lahan pertanian atau “dipaksanya” alih fungsi lahan dari lahan, tidak menutup kemungkinan Majalengka akan menjadi sebuah perkotaan padat dan mengancam problem lahan untuk pertanian.


 Namun, Bagi pegiat para pertanian yang kreatif dan penuh inovasi, padatnya perkotaan, sempitnya lahan pertanian bukanlah lawan sebanding untuk tidak berdiam diri berhenti bertani. Lahan sempit perkotaan bukanlah masalah untuk bisa dilakukannya usaha pertanian, karena akhir-akhir ini kota-kota besar diluar maupun dalam negri telah banyak menerapkan konsep “Urban Farming” “Pertanian dalam perkotaan”.

Urban Farming adalah suatu aktifitas pertanian didalam perkotaan yang melibatkan keterampilan, kreativitas dalam budidaya pengolahan pertanian yang secara khusus tanaman yang ditanam berjenis hortikultura, hal utama munculnya aktivitas urban farming adalah upaya memberikan sedikit sumbangsih pada ketahanan pangan, menambah penghasilan masyarakat juga sebagai sarana rekreasi dan hobi.

Aktivitas urban farming sendiri memang konsep yang terlahir agar terciptanya suatu pertanian di lahan perkotaan yang sempit, tinggal kita bisa sekreatif dan inovasi mungkin dalam melakukannya, salah satunya contohnya kita bisa dengan melaksanakan penanaman secara vertical garden, hal ini untuk menyikapi lahan sempit di perkotaan.

Urban Farming memang mempunyai segudang manfaat, selain mnempengaruhi aspek ekonomi, kesehatan, sosial, urban farming juga berperan dalam pelaksanaan 3R (Reuse, Reduse, dan Recyle) untuk pengolahan sampah kota menjadi kompos. Jadi, urban farming memang konsep yang cocok untuk menyikapi problem lahan sempit perkotaan dan perlunya adanya sosialisasi yang gencar seiring sedang berjalannya dengan tanpa lelah pembangunan di Kabupaten Majalengka. [] Mudofr

Aku , Kamu , dan IP

Ssstt....., Mau tanya buat temen – temen mahasiswa, boleh apa engga ?? Gimana hasil IP kalian semester sebelumnya bagus atau jelek ?? Kalau yang udah bagus pertahanin malahan tingkatkan lagi dan buat yang IP nya masih kurang di atas standar jangan sedih, yuk mari kita perbaiki.

Nah, Pasti kalian udah pada tau yang namanya IP kan, khususnya kalian ! Mahasiswa. Mungkin buat yang udah para Mahasiswa yang udah semeseter atas udah tak asing lagi mendengar apalagi kalau akhir perkuliahan, Nih kalau masih ada yang belum ngerti, sedikit mau dibahas apa sih arti IP itu? IP merupakan singkatan dari Index Prestasi yang diartikan suatu mekanisme penilaian prestasi mahasiswa dalam sistem perkuliahan per semester.

Berikut cara menghitung nilai IP (Prestasi mahasiswa dalam satu semester) :
  • Kalikan SKS mata kuliah dengan bobot nilainya.
  • Setelah itu jumlahkan semuanya lalu bagi dengan total sks yang ditempuh dalam satu semester.

Nih, Sedikit tips buat dapet IP tinggi moga bisa bermanfaat :
  1. Modal utamannya tak perlu pintar, Tapi yang penting adalah rajin. Wtt,, jangan salah tangkap dulu dalam artian tersebut nih artinya Percuma seseorang pintar tapi kalau tidak rajin, ilmu yang didapatnya pun gampang lupa. Nah tapi kalu seseorang rajin, insa allah kepintaran dan kacerdasan yang akan kita dapatkan. Orang sukses mengatakan “ Rajin merupakan faktor utama untuk mencapai suatu keberhasilan “.
  2. Luangkan waktu untuk belajar tiap hari min 3 jam.
  3. Menjalin hubungan baik dengan dosen tanyakan materi yang belum dimengerti atau belum kita pahami, dan jangan merasa sungkan, atau malu. Pepatah seseorang mengatakan “ Malu bertanya sesat Belajar”, hehe.
  4. Perlu diingat buat mahasiswa !!! Jangan sesekali berbuat kurang ajar sama dosen karena nilai kita tergantung dari dosen.
  5. Selalu berdoa dan setiap memulai pekerjaan dahulukan dengan doa niscaya akan lancar. Hamba yang baik mengatakan ”suatu usaha harus didampingi dengan doa”.

Eh udah dulu ah takutnya malah kepanjangan, nanti malah males baca rubrik berikutnya. Jangan Cuma di baca yaa, semoga bisa dipraktekan. Salam sayang buat kawan mahasiswa. []Dian